Info Aqiqah

Apa itu Aqiqah?

Kata aqiqah berasal dari bahasa Arab yang artinya ialah meng-qurbankan hewan menurut syariat islam atau menyembelih kambing sebagai perwujudan rasa syukur terhadap Allah SWT atas bayi yang baru dilahirkan. Sedangkan menurut bahasa, arti dari aqiqah adalah memotong atau memisahkan.

Mengapa memilih Aqiqah Siap Saji?

  • Memangkas waktu survey harga kambing dan kebutuhan lainnya.
  • Masakan Aqiqah siap saji relatif stabil (enak).
  • Tidak perlu repot menyiapkan segala sesuatunya sendiri.
  • Budget yang dikeluarkan relatif lebih irit.
  • Tidak perlu repot mencucian piring, wajan dll yang menumpuk setelahnya.
  • Tidak perlu ragu tentang kesesuaian dg syariah, apalagi jika pesan ke kami.

Apa yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan Aqiqah?

  • Usia Domba / Kambing Sudah Sesuai Syariat (Domba minimal usia 6 bulan, Kambing : minimal usia 1 tahun, Sehat & Tidak Cacat, buta, pincang ataupun terlalu kurus.
  • Jenis Kelamin Domba / Kambing boleh jantan ataupun betina.
  • Aqiqah untuk anak laki-laki dua kambing/domba, untuk anak perempuan satu kambing/domba.
  • Proses Penyembelihan Sesuai Syariat
  • Proses Pengolahan Masakan yang Tepat, cita rasa nikmat, dan memperhatikan kebersihan makanan.

Mengapa Memilih nusa aqiqah?

Berikut adalah beberapa alasan anda harus memilih Nusa Aqiqah

Memiliki Jaringan Peternakan Sendiri

Jaringan peternakan yang dimiliki menggunakan pola peternakan modern, lebih hemat biaya operasional dan dipastikan domba/ kambing kami sehat bebas antibiotik.

Juru Sembelih Bersertifikasi

Juru sembelih yang kami miliki bersertifikasi Halal (JURU SEMBELIH HALAL INDONESIA) untuk memastikan penyembelihan sesuai dengan syariat islam.

Bekerja Sama Dengan Panti Asuhan

Kami siap memfasilitasi anda yang ingin menyalurkan aqiqah kepada anak-anak panti karena kami telah memiliki kerja sama dengan beberapa panti asuhan.

Gratis
Biaya Pengiriman

Pengiriman gratis ke berbagai daerah (Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Bumiayu, Banjarnegara) dengan ketentuan.

Tidak Bau
Prengus

Pengolahan daging ditangani oleh tim ahli dan berpengalaman sehingga dapat menciptakan cita rasa yang nikmat TANPA BAU PRENGUS

Dokumentasi Penyembelihan

Kami mengirimkan video dokumentasi penyembelihan untuk memastikan bahwa proses penyembelihan kami JELAS sesuai syariat.

Daftar harga aqiqah anak perempuan

Jumlah PorsiKambing + Masak (Betina)Kambing + Masak (Jantan)Paket Nasi Bento (Betina)Paket Nasi Bento (Jantan)Paket Nasi Box (Betina)Paket Nasi Box (Jantan)Paket Besek / Piti (Betina)Paket Besek / Piti (Jantan)
40 1.500.000 2.300.000 1.900.000 2.700.000 2.000.000 2.800.000 2.380.000 3.180.000
60 1.700.000 2.450.000 2.300.000 3.050.000 2.450.000 3.200.000 3.020.000 3.770.000
80 2.000.000 2.750.000 2.800.000 3.550.000 3.000.000 3.750.000 3.760.000 4.510.000
100 2.200.000 2.950.000 3.200.000 3.950.000 3.450.000 4.200.000 4.400.000 5.150.000
120 2.400.000 3.150.000 3.600.000 4.350.000 3.900.000 4.650.000 5.040.000 5.790.000
140 2.600.000 3.350.000 4.000.000 4.750.000 4.350.000 5.100.000 5.680.000 6.430.000

Daftar harga aqiqah anak laki-laki

Jumlah PorsiKambing + Masak (Betina)Kambing + Masak (Jantan)Paket Nasi Bento (Betina)Paket Nasi Bento (Jantan)Paket Nasi Box (Betina)Paket Nasi Box (Jantan)Paket Besek / Piti (Betina)Paket Besek / Piti (Jantan)
80 3.000.000 4.600.000 3.800.000 5.400.000 4.000.000 5.600.000 4.760.000 6.360.000
100 3.200.000 4.750.000 4.200.000 5.750.000 4.450.000 6.000.000 5.400.000 6.950.000
120 3.400.000 4.900.000 4.600.000 6.100.000 4.900.000 6.400.000 6.040.000 7.540.000
140 3.600.000 5.100.000 5.000.000 6.500.000 5.350.000 6.850.000 6.680.000 8.180.000
160 4.000.000 5.500.000 5.600.000 7.100.000 6.000.000 7.500.000 7.520.000 9.020.000
180 4.200.000 5.700.000 6.000.000 7.500.000 6.450.000 7.950.000 8.160.000 9.660.000
200 4.400.000 5.900.000 6.400.000 7.900.000 6.900.000 8.400.000 8.800.000 10.300.000
220 4.600.000 6.100.000 6.800.000 8.300.000 7.350.000 8.850.000 9.440.000 10.940.000
240 4.800.000 6.300.000 7.200.000 8.700.000 7.800.000 9.300.000 10.080.000 11.580.000
260 5.000.000 6.500.000 7.600.000 9.100.000 8.250.000 9.750.000 10.720.000 12.220.000
280 5.200.000 6.700.000 8.000.000 9.500.000 8.700.000 10.200.000 11.360.000 12.860.000

Pilihan Paket

Isi Nasi Bento

  • Olahan Daging : Bistik/rendang/semur/BBQ/Teriyaki/blackpaper
  • Olahan Non Daging : Gulai/Tongseng
  • Nasi, Acar, Kerupuk Udang, Tisu & Sendok
  • Kartu Ucapan, Sertifikat, Video Penyembelihan

Isi Nasi Box

  • Olahan Daging : Bistik/rendang/semur/BBQ/Sate
  • Olahan Non Daging : Gulai/Tongseng
  • Sayur : Mie Goreng / Capcay / Tempe / Buncis
  • Pencuci Mulut : Pisang / Air mineral botol
  • Nasi, Acar, Kerupuk Udang, Tisu & Sendok
  • Kartu Ucapan, Sertifikat, Video Penyembelihan, Boneka Domba (60 Porsi keatas)

Isi Besek / Piti

  • Olahan Daging : Bistik/rendang/semur/BBQ/Sate/Teriyaki
  • Olahan Non Daging : Gulai/Tongseng
  • Sayur : Mie Goreng / Bihun Goreng / Orek Tempe
  • Pencuci Mulut : Air Mineral Botol/ S-tee/ Mr. Jussie / Jeruk
  • Ayam Goreng / Bakar
  • Nasi, Acar, Kerupuk Udang, Tisu & Sendok
  • Kartu Ucapan, Sertifikat, Video Penyembelihan, Boneka Domba (60 Porsi keatas)

Pesan Aqiqah

FAQ
(Pertanyaan yang sering diajukan)

  • Menurut sebagian besar ulama, Aqiqah hukumnya sunnah muakkad bagi kedua orang tua yang mempunyai tanggungan belanja atas anak itu dan orang tua itu mampu mengaqiqahkan. Jika orang tua tidak mampu maka tidak apa-apa baginya meninggalkan aqiqah.
  • Dan yang beraqiqah boleh memakan sepertiga dari daging aqiqah itu. Tetapi apabila aqiqah ini dinadzarkan, maka hukumnya wajib. Dan daging aqiqah nadzar ini harus dibagikan seluruhnya dan yang beraqiqah tidak boleh makan dagingnya sama sekali.
  • Dan menurut ulama’ Hanafiyah hukumnya mubah (dilaksanakan tidak dapat pahala, ditinggal tidak pula berdosa). Ada juga yang mengatakan wajib, seperti pendapatnya Imam al-Laitsy.
  • Pada dasarnya pelaksanaan aqiqah disunatkan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Ini didasarkan pada sabda Rasulullah saw. yang berbunyi: Dari Samurah ra, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda : “Setiap anak yang baru lahir tergadai (menjadi tanggungan) dengan aqiqanya sampai disembelih (aqiqah) itu untuknya pada hari ketujuh, dicukur dan diberi nama.” (HR. Ahmad, Imam Empat dan Disahkan oleh At-Turmudzi).
  • Walaupun pelaksanaan aqiqah disunatkan pada hari ketujuh setelah kelahiran, para ulama berpendapat aqiqah tetap disunatkan selama bayi belum diaqiqahi. Imam Ahmad dalam kitab Busyra al-Kariim berpendapat bahwa waktu aqiqah itu mulai kelahiran hingga anak itu balligh. Bahkan Nabi pun baru melaksanakan aqiqah atas diri beliau setelah menerima tugas kenabian. Berdasarkan keterangan di atas, boleh aqiqah untuk anak yang sudah dewasa. Karena Rasulullah pernah melaksanakan aqiqah atas dirinya sesudah kenabian beliau. Sedang daging aqiqah memang seharusnya disajikan dalam keadaan matang, kebalikan dari daging kurban yang harus dibagikan dalam keadaan mentah.

Hikmah disyari’atkannya aqiqah adalah mensyukuri ni’mat Allah yang telah mengaruniai jabang bayi, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, untuk menyiarkan nasab atau garis keturunan pada khalayak, untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar anak yang diaqiqahi -dengan do’a jama’ah- menjadi anak yang shaleh dan berbakti kepada Allah SWT dan kedua orang tua, untuk menumbuhkan kepekaan sosial terhadap fakir miskin, untuk menumbuhkan rasa rela berkorban dalam menjalankan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, untuk menumbuhkan rasa persaudaraan di antara sanak famili dan handai tolan, dengan mengundang mereka pada pesta aqiqah tersebut, juga sebagai media dakwah kepada saudara kita yang kaya, agar mereka dapat mendekatkan diri kepada Allah dan memiliki kepekaan sosial terhadap du’afa’.

  • Adapun binatang ternak untuk aqiqah adalah kambing, bagi anak laki-laki dua ekor kambing dan bagi anak perempuan satu ekor kambing. Selain itu juga tidak diperbolehkan adanya kebersamaan (satu kambing untuk beberapa anak). Ini berdasarkan hadits Nabi SAW yang diriwatkan oleh Abu Dawud.

  • Rasulullah SAW bersabda “Allah tidak menyukai kenakalan anak-anak terhadap kedua orang tuanya (durhaka), siapa yang dianugerahi seorang anak dan ingin beribadah menyembelih hewan untuknya, maka laksanakanlah untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang setingkat dan untuk anak perempuan seekor kambing.” (HR. Abu Dawud).

  • Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah meng’aqiqahkan Hassan dan Hussain (masing-masing) dengan dua ekor kambing kibasy” (HR. Nasa’i)

  • Ada yang berpendapat bahwa Aqiqah dilaksanakan dengan menyembelih seekor kambing untuk seorang bayi. Sama saja, baik bayi laki-laki atau perempuan. Karena Rasulullah meng-aqiqahi ke dua cucunya, Hasan dan Husein, seekor untuk Hasan dan seekor untuk Husein.

  • Saya kira dari dua pendapat ini yang afdlol adalah pendapat pertama, yaitu dua ekor kambing bagi bayi laki-laki dan seekor kambing bagi perempuan.

     

  • Dengan melaksanakan aqiqah, maka sang bapak telah membebaskan anaknya dari tuntutan. Sabda Rasulullah SAW: “Kullu mauluudin marhuunun bi ‘aqiiqatihi” (setiap bayi tertuntut (tergadai) sampai pelaksanaan aqiqahnya).
  • Bisa dikatakan masih memiliki hutang, yang dimaksud berhutang disini adalah ia berhutang karena belum melaksanakan kesunnatan. Tetapi, jika hutang (aqiqah) itu tidak disahur, maka tidak berdosa, karena aqiqah itu hukumnya adalah sunah muakkadah.

Boleh mengaqiqahi diri sendiri seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW setelah kenabian.

  • Untuk sekedar pelaksanaan aqiqah, boleh saja diwakilkan kepada orang lain. Tetapi yang jelas niatnya untuk orang tertentu, misalkan untuk diri kita, anak kita, dan istri kita. Dan juga tentunya dana atau uangnya dari kita.
  • Sedangkan mengganti aqiqah dengan sejumlah uang seharga hewan aqiqah lalu uang itu dibagikan pada fakir miskin tidak diperkenankan. Sebab, kedudukan aqiqah tidak bisa diganti dengan uang yang senilai daging aqiqah, aqiqah merupakan termasuk syari’at atau ketentuan Allah SWT yang makhsus dengan kelahiran anak, uang saja tidak dapat menggantikan posisi hikmah dan tujuan dari aqiqah.

Keinginan kita mengundang teman-teman kantor Anda dalam acara aqiqah itu memang disunatkan/dianjurkan demikian. Juga jangan lupa untuk mengundang sanak famili.
Adapun mengalihkan biaya aqiqah ke panti asuhan, itu tidak menggugurkan kesunatan aqiqah. Maksudnya, aqiqah bentuk ibadah tersendiri dan bersedekah itu juga ibadah tersendiri, keduanya sama-sama disunahkan. Tetapi antara yang satu dengan yang lain tidak saling mengganti. Jadi, bila Anda mengalihkan biaya aqiqah untuk disedekahkan ke panti asuhan itu hak Anda. Boleh-boleh saja dan Anda tentu mendapat pahala sedekah. Tetapi kesunatan melaksanakan aqiqah belum gugur.

  • Walaupun pelaksanaan aqiqah disunatkan pada hari ketujuh setelah kelahiran, para ulama berpendapat aqiqah tetap disunatkan selama bayi belum diaqiqahi. Imam Ahmad berpendapat bahwa waktu aqiqah itu mulai hari ketujuh setelah kelahiran hingga baligh. Bahkan Nabi pun baru melaksanakan aqiqah atas diri beliau setelah menerima tugas kenabian. Jadi, kalau anak diaqiqahi pada umur 10 bulan tidak apa-apa dan cara penyembelihannya seperti penyembelihan hewan kurban yang berbeda niat dan waktunya.
  • Untuk mengadakan pesta aqiqah, sesuaikan saja dengan adat setempat. Bagaimana kebiasaan di lingkungan Anda dalam mengadakan pesta-pesta macam selamatan apa saja. Kalau biasanya pakai selamatan ya pakai selamatan. Kalau biasanya hanya mengundang makan bersama sanak famili dan tetangga di rumah, ya kerjakan seperti itu.
  • Yang perlu diingat, dalam mengadakan ‘aqiqahan ini adalah, mengikuti sunah Rasul, unsur terpokok adalah (menyembelih) kambing. Dari daging sembelihan itulah yang digunakan untuk pesta/selamatan.
  • Tidak boleh mengganti sembelihan aqiqah dengan selain kambing. Hewah aqiqah itu sudah mu’ayyan (tertentu) tidak bisa dirubah menurut selera kita. Perhatikan lagi pengertian aqiqah di bawah ini!
  • Aqiqah menurut bahasa artinya, “sembelihan” atau “pemotongan”. Inilah arti yang dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal sehingga beliau berkata : “Aqiqah itu (artinya) tidak lain melainkan sembelihan itu sendiri”
  • ‘Aqiqah menurut istilah adalah “Menyembelih kambing untuk anak pada hari ketujuh dari hari kelahirannya”.
  • Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah meng’aqiqahkan Hassan dan Hussain (masing-masing) dengan dua ekor kambing kibasy”
    (HR. Nasa’i)
  • Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah meng’aqiqahkan untuk Hassan dan Hussain (masing-masing) dengan seekor kambing kibasy”
    (HR. Abu Dawud)
  • Kedua hadits di atas merupakan dasar bahwa aqiqah dengan selain kambing seperti ayam, telor, atau ikan tidak diperkenankan syara’.
    wAllahu a’lam bi shawwab

Menggabungkan dua niat aqiqah dan kurban dengan satu ekor kambing itu tidak mungkin, sebab syari’at, hukum, waktu, dan hikmah dan tujuannya berbeda. tetapi, jika saat mengaqiqahi anak waktunya bersamaan dengan waktu kurban, maka penyembelihannya boleh bersama-sama dalam satu waktu dan tetap sendiri-sendiri.

tempat aqiqah boleh terpisah dengan anak yang akan diaqiqahkan, karena inti dari aqiqah adalah menyembelih kambing dengan niat sebagai aqiqah untuk anak. Dengan demikian jika kambing yang disembelih di Sumatra tersebut diniatkan sebagai aqiqah anak yang baru lahir di Malang, maka sah aqiqahnya meskipun berbeda tempat.

  • Pembagian atau distribusi daging Aqiqah dan Qurban adalah sama. Perbedaannya kalau daging kurban dibagikan ketika masih mentah sedangkan daging aqiqah dibagikan setelah dimasak. Teknis pembagian dagingnya berfariasi asal tidak menyalasi syara’ dan tepat sasarannya. Intinya aqiqah itu adalah ungkapan rasa syukur atas anugrah Allah SWT dengan kelahiran sang jabang bayi.
  • Allah Ta’ala berfirman: “Maka makanlah sebagiannya (dan sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang sengsara lagi fakir.” (QS. Al-Hajj: 28)
  • “Maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta ) dan orang yang meminta.” (QS. Al-Hajj: 36).
  • Sebagaian kaum Salaf lebih menyukai membagi aqiqah atau qurban menjadi tiga bagian berdasarkan ayat-ayat diatas:
  • Sepertiga untuk dimakan diri sendiri, sepertiga untuk hadiah orang-orang mampu dan sepertiga lagi shadaqah untuk fuqara.
  • Namun untuk aqiqah lebih afdhal dibagi dalam keadaan sudah masak.
    (Lihat Tuhfatul Maudud Bi Ahkamil Maulud karya Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, busral kariim, ibanatul ahkam dan fathul wahhab tentang aqiqah)
  • Mengenai paket aqiqah, selama tidak ada penyimpangan dari syari’at maka boleh-boleh saja.

Ketentuan dan syarat binatang untuk aqiqah sama dengan ketentuan dan syarat binatang qurban.

Hal-hal yang Disunnahkan Waktu Melaksanakan Aqiqah:

  • Membaca basmalah.
  • Membaca sholawat atas Nabi.
  • Membaca takbir.
  • Membaca doa.
  • Daging aqiqah dibagikan kepada fakir miskin, sanak famili dan tetangga setelah dimasak terlebih dahulu.
  • Pada hari itu anak dicukur rambutnya dan diberi nama dan bersedekah seberat rambu bayi yang baru dicukur dengan nilai 1/2 atau 1 dirham.
  • Ada perbedaan pendapat para ulama tentang aqiqah untuk orang yang telah wafat ini. Sebagian mengatakan boleh dan sebagian lagi mengatakan tidak boleh.
  • Jika kita mengambil pendapat yg mengatakan boleh, maka perlu diperhatikan, yaitu pertama ada pertanyaan : “apakah yakin bahwa almarhum itu belum di akikahkan saat hidupnya?”,
    kedua, bahwa hukum aqiqah itu sunnah muakkadah bukan wajib.
  • Jika tidak yakin, maka sebaiknya yang dilakukan adalah berkurban saja yang diniatkan pahalanya untuk almarhum, bukan aqiqah, karena Jumhur (pendapat terbesar) para ulama adalah melarang aqiqah dilakukan dua kali untuk satu orang, hukum aqiqah sunnah dan hukum berkurban adalah wajib.
  • Jika memang belum aqiqah, dan anak yang masih hidup juga belum aqiqah, maka yg didahulukan adalah yang masih hidup dari pada yang telah meninggal.
    namun tak ada larangan dalam syariah untuk mengaqiqahkan orang yang sudah wafat sebelum dirinya. karena dasar dari hukum aqiqah adalah sunnah, bukan wajib.
    Wallahu a’lam
  • Jika telah jelas bahwa orang tuanya memang belum aqiqah dimasa hidupnya, maka boleh saja meng-aqiqahkannya, ini jika dia mengikuti pendapat yang membolehkan aqiqah bagi orang yang sudah wafat.
  • Dan aqiqahnya tidak sah jika dia mengikuti pendapat ulama yang tidak membolehkan aqiqah pada orang yang telah meninggal.
  • Jika ia telah nadzar, didasari kepastian bahwa orang tuanya belum aqiqah dimasa hidupnya, maka nadzarnya menjadi wajib
  • Jika ia mengikuti pendapat ulama yg membolehkan Aqiqah pada yang telah wafat, dan menjadi tidak sah (batal) nadzarnya jika dia mengikuti pendapat yang kedua.
  • Yang afdhal, agar berkurban saja atas nama ayahanda, maka tak terbatas banyaknya, sebagaimana Rasul saw berbuat demikian, dan pernah diriwayatkan bahwa salah seorang ulama hadits besar, yaitu Abul Abbas muhammad bin Ishaq Attsaqafi menyembelih 12.000 ekor kambing, yg dihadiahkan pada Rasulullah saw.
  • Dalam hal ini tak ada ikhtilaf mengenai kebolehannya, berbeda dengan aqiqah yg masih terdapat ikhtilaf jika telah wafat.
    Wallahu a’lam

Boleh mengaqiqahi dirinya sendiri atau bayinya. Tetapi yang afdhol adalah bayinya terlebih dahulu, sebab aqiqah itu adalah penyembelihan yang berkaitan dengan kelahiran bayi. Sedangkan ayahnya sesudah pelaksanaan aqiqah anaknya dan jika tidak aqiqah juga tidak apa-apa sebab hukum aqiqah adalah sunnah bukan wajib. Kalau bisa kedua-duanya maka lebih baik. Wallahu’a’lam.

Hadits di atas memberikan dasar pada kita semua bahwa setiap anak yang baru lahir masih tergadai atau menjadi tanggungan orang tuanya yang berharta dan mampu untuk mengaqiqahkan. H. Sulaiman Rasyid dalam bukunya fikih Islam beliau berpendapat bahwa maksud dari kata “Tergadai” adalah jika anak itu meninggal dunia saat masih kecil dan belum diaqiqahi, sedangkan orang tuanya mampu untuk mengaqiqahkan putranya, maka besok pada hari kiyamat anaknya tidak dapat memberikan pertolongan (mendo’akan orang tuanya kepada Allah) saat orang tuanya membutuhkan do’a anak-anaknya. Dalam kitab Busra al-Karim Bab Aqiqah, disebutkan bahwa maksud dari kata tergadai adalah jika anak itu meninggal dunia dan belum diaqiqahkan, maka anak itu kelak hari kiyamat tidak dapat memberi syafaat kepada kedua orang tuanya.

Segera hubungi kami untuk info lebih lanjut. Kami dengan senang hati akan kami bantu anda.Contact Us

Kontak

Jl. Melati No.544 Pucung Kidul, Kroya, Cilacap